Mengenai Saya

Foto saya
gw narsis, gw penggila warna kuning, kadang gw bijak-kadang temperamental, gw itu ya gw; whatever you might think about me; i'm just being my self ;)

Kamis, 06 Oktober 2016

Datang Kembali

Haiiiii
Gw datang kembali setelah sekitar setengah tahun cahaya menghilang
Banyak bgt cerita dr gueeeee *sok excited*
Stay tuned dan berdoa semoga gw nulisin cerita gw buat kalian yaaa *sok ditunggu*
SEE YOU!

Kamis, 06 November 2014

Tentang Tuhan.

Banyak hal tentang Dia yang masih aku gak ngerti. Pengen diskusi tentang Dia sama orang yg bisa diajak diskusi.

Dia itu penuh misteri. Terjangkau tapi terselubung. Aku penasaran banget sama keputusan-keputusan-Nya. Ada yang bilang kita bisa gila kalo berusaha ngulik semua rahasia Dia. Tapi aku penasaran gimana donk? Kata orang, ini bukan kapasitas kita sebagai hamba-Nya. Jadi aku gak berhak tau ya? Entahlah. Ayo diskusi!!! :D

Rabu, 15 Oktober 2014

Ummm...

Ehm.
Kayaknya gw gak akan pernah ngerti apa pikiran Tuhan deh.

Yg di rumah pengen kabur dari rumah.
Yg gak di rumah pengen ke rumah.

Yg lowong pengen sibuk.
Yg sibuk pengen lowong.

Yg deket dgn ortu pengen jauh.
Yg jauh dgn ortu pengen deket.

Yg single pengen double.
Yg double pengen single.

Ehm. Yakale...




(terinspirasi oleh : http://iphincow.com/2012/11/17/hidup-adalah-anugerah-bagi-jiwa-yang-ikhlas/)

Kamis, 09 Oktober 2014

Random. Sangat Random.

Tangerang, 8 Oktober 2014.





(hanya ilustrasi dan bukan merupakan doa, Na’udzubillahimindzalik)
sumber gambar


Gw gak tau ya apa yg gw rasakan saat ini. Berbagai macam hal bercampur aduk jadi satu. Dan gak ada yang ngerti akan hal itu, even gw. Gw gak ngerti banget sama apa yg gw rasain sekarang. Yang ngerti cuma Tuhan, tapi Tuhan gak mau ngasih tau ke gw atau mungkin lebih tepatnya belum mau kasih tau ke gw atau mungkin juga gw belum benar2 cari tau apa yg Tuhan mau kasih tau ke gw.

Lalu dengan keadaan gw yg seperti ini, hidup gw masih harus terus berjalan. Gak bisa berhenti, dear. Walaupun cuma sedetik untuk berhenti. Yg gw tau, di saat gw harus mencerna semua ini, hidup gw masih harus terus berjalan, masalah gw gak berkurang tapi bertambah namun gw harus tetap bijak mengatasi semua itu. Dan selalu ada saat dimana gw pengen kabur dari dunia ini for a while. Gw pengen teriak minta tolong, "Hello, give me time, please!"

Kali, kapasitas otak gw kecil ya? Gak muat nerima banyak hal. Dan sekarang udah overload. Terlalu banyak hal yang menimpa gw sekarang. Terlalu banyak. Terlalu banyak. Gw capek, gw mau lari, tapi gw mau kemana? Semua jalan terlihat buntu. Sekarang gw berdiri, di sini, gw hadapi semuanya. Ternyata badai nya cukup keras, gw goyah, gw limbung, gw nunggu tali yang Tuhan akan lempar ke tempat gw menunggu.

Sebenarnya gw pengen banget mengurai semua ini. Kenyataan terlihat begitu kusut di mata gw. Gw liat setitik cahaya di kejauhan. Jauh, namun terlihat nyata di kegelapan ini. Gw pengen menggapainya, tapi Tuhan bilang ini belum saatnya. Ketika gw udah sampai pada cahaya itu, gw tau gw terbebas dari benang kusut ini, tapi gw gak mengurainya, gw cuma meninggalkannya untuk tidak melihatnya lagi dan tidak mempedulikan benang kusut itu ada dalam kehidupan gw. Mampukah gw? Karena gw gak yakin gw bisa jadi sok superhero bertahan dalam badai demi mengurainya. Paling tidak gw gak mampu untuk saat ini. Apakah benang itu mampu bertahan saat aku meninggalkannya dan masih ada saat aku kembali untuk menguraikannya? Yang aku tau, aku tak mampu bertahan dengan benang ini.

Aku ingat, aku percaya pada 3 cara yg bisa gw pilih ketika gw menghadapi masalah. Mengubahnya, Meninggalkannya, atau Menerimanya. Kadang ada hal yang cuma bisa lo terima dalam diam, tanpa lo bisa berbuat apa2. Dan itulah cara yg tersulit menurut gw. Ketika gw ingin meninggalkan tapi dia mengikat erat, ketika dia terlalu keras kepala untuk berubah, aku dipaksa untuk menerimanya. Dan kalau aku menerimanya, aku harus diam kan.






Aku tidak suka mengeluh. Kadang cuma kamu yang tau keluhan mu sendiri, Sekeras apapun kamu menjelaskan, takkan pernah ada orang yg merasakan dengan tepat persis seperti apa yang kamu rasakan. Terasa sia2 dan bodoh ketika kamu sudah menjelaskan dan ternyata lawan bicara mu tidak mengerti. Dalam hati kamu berpikir, gw bego udah capek cerita dan hal yg gw dapatkan gak seperti penerimaan yg gw inginkan. Ya, yg terbaik dalam penerimaan adalah menerima dengan diam. Ketika kamu diam, kamu tidak mendapatkan respon apa2, tapi paling tidak : tidak mendapatkan respon jauh lebih baik daripada mendapat respon yg tidak kamu inginkan. Right?
















So many things that i wanna tell you in this post.








Senin, 29 September 2014

How to describe my feeling.

29 September 2014
17.31
@home

Rasanya sakit.
Rasanya gak enak banget.
Rasanya kenyang.
Rasanya gak tau mau ngapain.
Rasanya gak ingin ngapa-ngapain.
Rasanya sakit lagi.
Rasanya setiap hal yg ada cuma ngingetin aku sama kamu.
Dan rasanya gak enak banget lagi.
Rasanya pusing.
Rasanya sakit kepala.
Rasanya ingin menangis tapi tertahan.
Rasanya air mata yg keluar hanya tetesan padahal aku ingin lega.
Rasanya galau.
Rasanya tidak lega.
Rasanya tidak plong sama sekali.
Rasanya aku ingin lari ke depan sana dan mencegat bus menuju Bandung.
Rasanya aku ingin menemui kamu!
Dan rasanya Tuhan tidak paham mau ku.
Karena ternyata aku masih di sini merasakan semua rasa yang tidak kuinginkan ini.

Jumat, 12 September 2014

I'm dying to..

12 September 2014,
16.46
di rumah.



Gue lagi suka pake kata-kata "i'm dying to"..
Menurut gw kata2 itu kereeen. Hehehe..

Jadi sekarang gw mo bilang..

I'm dying to miss you dear someone..

hehehe :p