Tangerang, 8 Oktober 2014.
Gw gak tau ya apa yg gw rasakan saat ini. Berbagai macam hal bercampur aduk jadi satu. Dan gak ada yang ngerti akan hal itu, even gw. Gw gak ngerti banget sama apa yg gw rasain sekarang. Yang ngerti cuma Tuhan, tapi Tuhan gak mau ngasih tau ke gw atau mungkin lebih tepatnya belum mau kasih tau ke gw atau mungkin juga gw belum benar2 cari tau apa yg Tuhan mau kasih tau ke gw.
Lalu dengan keadaan gw yg seperti ini, hidup gw masih harus terus berjalan. Gak bisa berhenti, dear. Walaupun cuma sedetik untuk berhenti. Yg gw tau, di saat gw harus mencerna semua ini, hidup gw masih harus terus berjalan, masalah gw gak berkurang tapi bertambah namun gw harus tetap bijak mengatasi semua itu. Dan selalu ada saat dimana gw pengen kabur dari dunia ini for a while. Gw pengen teriak minta tolong, "Hello, give me time, please!"
Kali, kapasitas otak gw kecil ya? Gak muat nerima banyak hal. Dan sekarang udah overload. Terlalu banyak hal yang menimpa gw sekarang. Terlalu banyak. Terlalu banyak. Gw capek, gw mau lari, tapi gw mau kemana? Semua jalan terlihat buntu. Sekarang gw berdiri, di sini, gw hadapi semuanya. Ternyata badai nya cukup keras, gw goyah, gw limbung, gw nunggu tali yang Tuhan akan lempar ke tempat gw menunggu.
Sebenarnya gw pengen banget mengurai semua ini. Kenyataan terlihat begitu kusut di mata gw. Gw liat setitik cahaya di kejauhan. Jauh, namun terlihat nyata di kegelapan ini. Gw pengen menggapainya, tapi Tuhan bilang ini belum saatnya. Ketika gw udah sampai pada cahaya itu, gw tau gw terbebas dari benang kusut ini, tapi gw gak mengurainya, gw cuma meninggalkannya untuk tidak melihatnya lagi dan tidak mempedulikan benang kusut itu ada dalam kehidupan gw. Mampukah gw? Karena gw gak yakin gw bisa jadi sok superhero bertahan dalam badai demi mengurainya. Paling tidak gw gak mampu untuk saat ini. Apakah benang itu mampu bertahan saat aku meninggalkannya dan masih ada saat aku kembali untuk menguraikannya? Yang aku tau, aku tak mampu bertahan dengan benang ini.
Aku ingat, aku percaya pada 3 cara yg bisa gw pilih ketika gw menghadapi masalah. Mengubahnya, Meninggalkannya, atau Menerimanya. Kadang ada hal yang cuma bisa lo terima dalam diam, tanpa lo bisa berbuat apa2. Dan itulah cara yg tersulit menurut gw. Ketika gw ingin meninggalkan tapi dia mengikat erat, ketika dia terlalu keras kepala untuk berubah, aku dipaksa untuk menerimanya. Dan kalau aku menerimanya, aku harus diam kan.
Aku tidak suka mengeluh. Kadang cuma kamu yang tau keluhan mu sendiri, Sekeras apapun kamu menjelaskan, takkan pernah ada orang yg merasakan dengan tepat persis seperti apa yang kamu rasakan. Terasa sia2 dan bodoh ketika kamu sudah menjelaskan dan ternyata lawan bicara mu tidak mengerti. Dalam hati kamu berpikir, gw bego udah capek cerita dan hal yg gw dapatkan gak seperti penerimaan yg gw inginkan. Ya, yg terbaik dalam penerimaan adalah menerima dengan diam. Ketika kamu diam, kamu tidak mendapatkan respon apa2, tapi paling tidak : tidak mendapatkan respon jauh lebih baik daripada mendapat respon yg tidak kamu inginkan. Right?
So many things that i wanna tell you in this post.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar