Tiba-tiba terpikir...
Kasihan sekali kah setan?
Ditakdirkan untuk berakhir di neraka.
Apakah 'dia' bisa menerima itu?
Atau 'dia' pernah berusaha mengubah takdir untuk 'nya'?
Apakah pernah terbesit dalam 'pikiran' 'nya' : "Mengapa 'aku' menjadi setan?" atau "Mengapa pada akhirnya 'aku' harus tinggal di neraka?"
Apa saya boleh berpikir seperti itu atau itu hanya menjadi urusan Nya? Maafkan hamba jika hamba telah lancang Ya Allah.
Haa haa like this! G'cuma setan, tKadang kitapun akan bPikir demikian.. Y walopun lebij kasian si setan, si.. Bkn lancang jg, tp tKadang logika manusia tak dpt menembus kehendakNya..
BalasHapusini frysa kan?
BalasHapushehe tengkyu,,
kalimat terakhir mu bagus,,
"Terkadang logika manusia tidak mampu menembus kehendak-Nya"
like this!
iya, logika manusia kadang ga mampu menembus kehendakNya :D
BalasHapusbikin penasaran.. ;p
BalasHapus