Pada tulisan di bawah ini, let we say jika saya sebagai seorang theis sedang berdialog dengan seorang atheis.
Alasan tulisan ini dibuat adalah karena saya beberapa kali membaca tweet @agamajinasi.
(Ternyata pemilik akun @agamajinasi itu sangat hebat hingga bisa menggelitik saya untuk menghidupkan kembali blog saya yang mati suri ini. Hehehe)
Btw, menurut saya pemilik akun @agamajinasi adalah seorang yang cerdas. :)
Saya hanya berharap agar banyak orang yang membaca tweet-tweet tersebut menjadi lebih cerdas daripada pemilik akun twitter tersebut tanpa meninggalkan keyainan masing-masing.
And this is it tulisan saya yg hanya "se-uprit" tapi saya harap bisa bermakna.
***Sy tdk mau berdebat bukan krn sy takut sy kalah atau sy takut km menang.
Tp krn sy tau tidak akan ada pemenang jika kita berdebat.
Ibarat pelari marathon dengan peloncat tinggi bertanding; si pelari berlari dg kecepatan maksimalnya dan si peloncat berusaha meloncat setinggi-tingginya.
Siapa pemenangnya?
Mgkn lebih masuk logika jika pemenangnya adalah pelari karena dia bisa mencapai titik terjauh disana.
Tapi tidakkah km liat jika peloncat dapat mencapai titik tertinggi yg pelari tdk bisa menggapai?
Itulah.
Krn kita berbeda koridor.
Yg satu memakai koridor logika, yg satu dg koridor keyakinan.
Ada yg salah?
Tidak.
Ada yg benar?
Depend on.
1 hal yang pasti, perlu diperdebatkan kah?***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar